Resetting my life
Posted: Rabu, 24 Februari 2010 by Iqbal Fajar in
0
Pagi itu saya hanya terpekur lemas di sofa apartemen. SMS marketing saya masih jelas teringat. “Pak Yogi minta project traceability di cancel. Kita disuruh cari di direktorat lain”. Rasanya bumi berputar pagi itu. Project yang sudah dikejar hampir 2 tahun itu ternyata tidak jadi dilaksanakan. Project itu bukan sekedar project biasa, tapi project yang sudah saya anggap anak sendiri. Semua daya upaya dicurahkan disana. Bukan itu saja, project itu adalah idealisme dan usaha terbesar saya bagi almamater tercinta. Perikanan. Dan sekarang semua hancur karena birokrasi dan ketakutan tidak jelas.
Entah harus cacian dan makian apa lagi yang harus saya lontarkan. Rasanya tidak ada lagi yang dapat saya jelaskan tentang buruknya pengelolaan negeri ini. Sudah 2 tahun saya berteman dengan birokrasi negara ini, berkubang lumpur malu mengemis ke pejabat pemerintahan, bertahan dengan kemalasan mereka, melakukan pekerjaan-pekerjaan “kotor” yang bertolak belakang dengan idealisme, hingga bersabar untuk pertemuan selama 5 menit yang akhirnya lebih banyak berujung pada penungguan lebih lama lagi. Sakit.
Jujur, sebenarnya itu bukan masalah besar bagi saya. Tempaan selama setahun terakhir sudah membuat saya kuat. Apalagi project ini sebelumnya memang pernah di cancel tahun lalu. Cukup untuk membuat saya kehilangan diri selama sebulan. Tapi saya berhasil bangkit. Berkat atasan yang menularkan semangatnya pada saya. “Seseorang terlihat kualitasnya ketika dia menghadapi masalah”. Kata-kata itu masih membekas hingga kini. Salah satu quote favorit saya diantara quote-quote pembangkit semangat lainnnya.
Kenyataan project yang di cancel memang tidak menghancurkan saya sepenuhnya. Masih ada sedikit semangat untuk mencari project pengganti. Tapi jika berbicara tentang passion, jujur tidak ada lagi yang tersisa. Begitupun dengan kenyamanan saya untuk bertahan di dunia konsultasi berbasis survey ini. Looks like its time to think bout my life. Give it back to where it belongs. Entah kapan saya bisa menemukan passion dan joy itu lagi. Setidaknya sekarang yang bisa dilakukan hanyalah memakai lagi topeng “I AM STRONG” yang sudah lama tersimpan di sudut hati. After all, life must go on. No matter how much it damages to u. Today, I’m resetting my life.