Just call it love,,

Posted: Sabtu, 13 Februari 2010 by Iqbal Fajar in
0

Kalian tahu, cinta adalah hal yang paling sering menghampiri saya. Bukan saja karena sifat dari sang cinta yang memang ditakdirkan hinggap di semua orang. Bahkan manusia segarang Hollyfield atau Achilles pasti memiliki rasa cinta. Ya, sesuatu yang oleh ahli kimia di definisikan sebagai pelepasan senyawa kimia bernama phenylethylamine dari otak menuju neuron yang dengan sangat jahat akan membuat aktivitas yang kita kenal dengan jatuh cinta.

Ok, back to bussines. Semua orang pernah jatuh cinta, setidaknya sekali dalam hidupnya. Entah kemudian cinta itu berakhir buruk atau baik, tidak ada yang tahu. Saya sendiri termasuk orang yang mudah jatuh cinta. Entah apa yang salah dengan saya, bertemu seorang wanita dengan penampilan yang menarik sudah cukup membuat saya jatuh cinta. Atau pertemuan singkat di bus kota dapat membuat saya berandai andai dalam waktu yang lama. Entah dengan kalian semua, tapi saya benar-benar bermasalah dengan hal tersebut. After all, falling in love isn’t crime, but falling in love while u having a couple, that’s trouble.

Saya punya pacar, dan dia adalah orang yang paling dekat untuk menjadi pasangan hidup. Setidaknya sampai saat ini. Tapi sindroma "falling in love just too fast" tetap menghantui. Setidaknya saat ini saya sedang jatuh cinta terhadap beberapa orang. Walaupun cinta ini hanya sebelah pihak. Cinta pertama terjadi dari pertemuan di situs sosialita terkenal (ok, its Facebook. Every one knows that, what I’m thinking by hiding it). Kita sebut dia Camilla. Seorang wanita muda, mahasiswi tepatnya. She’s gorgeous with a curly hair, white skin n a bright eyes. Just love her in first sight. Saya berhubungan dengannya hanya melalui chat, sms dan telepon. Tapi cukup untuk membuat saya merasakan indahnya jatuh cinta.

Love come n go. Entah kenapa rasa cinta itu mulai pudar ketika saya menyadari betapa kekanakannya dia dan betapa banyak yang harus saya pertaruhkan hanya untuk mendapatkan cintanya. So, I’m starting to forget her, even thought I hope there is a time for me to meet her in a real life.

Cinta kedua yang sedang mendera ditujukan pada salah satu teman kerja. She’s the girl from my last post at this blog. The girl with bob hair style, a tiny nose, white skin, independent, cute face, and tomboy. Plus she’s not a ordinary girl, she love party n drink (I don’t know wheather this right or not. Just my thought). Intinya adalah saya mencintai dia. Walaupun saya tahu dia tidak dalam posisi yang siap untuk menerima keadaan saya sudah punya pacar. Tidak semua wanita siap untuk di duakan atau bahkan tidak ada sebenarnya wanita yang ingin di duakan. Poligami adalah kebohongan yang dipaksakan dengan dalih agama menurut saya.

Yah, akhirnya tetap saya yang salah. She had simply mysterious aura. Tak banyak yang bisa diketahui darinya. Tertutup tapi mengundang. Ketika kita datang, dia menjauh. Anak rumahan yang suka nongkrong di cafe sembari menegak martini. Putri papa yang tidak boleh kost tapi bisa berkeliaran hingga larut malam bahkan menginap. Unique. Berbeda dengan lainnya. Sangat berbeda. Dan smua nya membuat saya jatuh cinta, entah untuk keberapa kalinya. Padanya.

Dan seperti semua wanita yang saya jatuh cintai (entah darimana kata itu berasal) harus bernasib tidak bisa mendengar kata-kata sakti itu meluncur dari mulut si bodoh ini :

I LOVE U.

So, I love u. Just wanna know that I’m in love with u. I don’t expect anything from u. I’m totally conscious that u deserve to have a better man than I am. But, the declaration of love to someone u loved to its not a crime isn’t right?. And after all, this is valentine day. May the love spread the world : )

0 comments: