The boat must not sink
Posted: Selasa, 27 November 2012 by Iqbal Fajar in
0
“Fluctuat Nec Mergitur”
Kata-kata itu saya dapatkan dari manga Bartender yang diposting salah
satu halamannya pada artikel sebelum ini. Secara singkat, chapter dari manga
tersebut menceritakan tentang seorang white
collar worker (pekerja kantoran) yang mengeluh karena kelelahan dan
melakukan kesalahan fatal. Atasannya yang digambarkan sebagai seorang dengan
gaya slengean memberikan nasihat singkat sambil meninggalkan karyawan itu di
bar untuk merenung. Kata-kata yang diucapkannya sebelum pergi adalah “he who rises with the wave is not swallow
by it”.
Entah bagaimana, kalimat itu begitu menginspirasi buat saya, khususnya
ketika dihadapkan dengan kehidupan yang kita jalani. Pekerjaan, keluarga,
pencapaian, mimpi, dan cinta. Seberat apapun rintangan di depan, sehancur
apapun keadaan yang menimpa, menyerah kalah dan tenggelam dalam keputusasaan
tetap bukan pilihan. Bahkan jika itu adalah pilihan terakhir yang tersisa.
Hemingway, dalam satu novel fenomenalnya, The Old Man and The Sea,
menulis satu pernyataan yang sangat terkenal. A man can be destroyed but not defeated. Seorang pria (manusia)
bisa dihancurkan tapi tidak bisa dikalahkan. Hancur adalah efek dari keadaan
yang terkadang diluar kendali tetapi kalah adalah sebuah keputusan. Keinginan
dan penyerahan terhadap keadaan yang dianggap tidak mampu ditangani. Kata yang
menyiratkan kepasrahan dan ketidakberdayaan. Sebuah pernyataan pengecut yang
takut terhadap dampak dan kesulitan yang akan datang. Menyerah dan kalah
berarti menutup seluruh kemungkinan yang ada, menghentikan semua usaha dan
menghindar dari sakit yang lebih besar lagi demi sebuah kenyamanan.
Tetap berjuang dan melangkah maju walaupun segudang masalah menghadang
tidak hanya dianut oleh Hemingway. Begitu banyak manusia yang memilih menantang
kesulitan dan memandangnya sebagai tantangan yang harus ditaklukkan, bukan
alasan untuk kabur dan menyesal kemudian. Donny Dhirgantoro, penulis buku 5 cm
bahkan menggambarkannya dalam bentuk yang lebih ekstrim. This world is for those who want to fight. Dunia ini hanya milik
dia yang berani terus berjuang. Bahkan kata pantang menyerah sudah mendarah daging sejak
nenek moyang kita. Merdeka atau mati ! Siapa yang tidak kenal kalimat itu ?
Satu hal yang perlu kita ketahui. Kalah dan menyerah tidak sama dengan
gagal atau jatuh. It will never be the
same. Kesalahan dan kegagalan adalah faktor eksternal yang datang sebagai
cobaan. Tidak ada masalah dengan seberapa besar atau seberapa mustahil masalah
yang hadir. Yang harus dilakukan adalah tetap bermimpi, terus bekerja keras,
melangkah lebih jauh, melompat lebih tinggi, dan bangun kembali sesering apapun
terjatuh. Ujian tentang seberapa besar
tekad dan impian yang menjadi bahan bakar. Our greatest glory is not in never failing, but in rising
up every time we fail - Confucius. Bukan berapa kali terjatuh yang
menjadi tolak ukur seseorang kalah atau menyerah tetapi pada kemampuan dia
bangkit dari kegagalan tersebut. Peribahasa Jepang mengatakan, jatuh 6 kali
bangun 7 kali. Jack Canfield dalam bukunya, The Success Principle, mengatakan
satu kalimat yang sangat indah. Success is
numbers game. Pada akhirnya, jika kita terus menerus berjuang dan tetap
percaya, sukses hanyalah deretan angka yang menunggu pencapaiannya.
Kalah adalah pilihan. Bagi saya, kalah bukanlah pilihan. Kata itu adalah
larangan, tabu, istilah yang tidak boleh ada dalam kamus kehidupan. The boat will not sink, the boat must not
sink. He doesn’t sink. No matter what happen, he tries
his best to stay afloat
ps.
I know it’s a cheap and common sense for some of you. But I always
believe even we already know doesn’t mean we don’t need it anymore :)