Teman

Posted: Selasa, 21 September 2010 by Iqbal Fajar in
0

"That's what a friend for :)"

Kata-kata itu meluncur begitu saja. Diketikkan dengan lancar, tanpa beban dan tanpa rencana di Yahoo Messanger. Lawan bicara saya membalas dengan terima kasih. Mungkin kata-kata itu biasa baginya. Dia yang dikelilingi oleh teman-teman setia, sahabat tercinta, pasti berulang kali mengatakannya dan mendengarnya. Tapi tidak bagi saya.

Seingat saya, kata-kata itu hanya terucap pada 3 orang saja. Ghea, seorang teman kuliah semasa sarjana; Yudo, juga teman kuliah di magister; dan si "cah ayu", begitu saya biasa memanggilnya, seorang teman chat dari forum. Dan seingat saya, memang ketiga orang itulah yang saya anggap manusia-manusia dengan hati murni, tanpa imbal balik, dan setia pada sebuah sistem yang kita kenal dengan nama persahabatan.

Mungkin aneh bagi kalian. Tapi persahabatan, pertemanan atau apapun namanya adalah hal langka yang jarang saya akui keberadaannya. Saya memang pribadi menyenangkan tapi bukan berarti orang-orang disekitar yang tertawa, bercanda, bercerita, berjalan bersama adalah teman atau sahabat bagi saya. Jujur saja, mereka hanya outsider dalam kehidupan. Tak lebih dari orang lain lebih dekat dari orang lainnya.

Bodoh rasanya kalau melihat diri ini. Seorang marketing yang dituntut memiliki sifat extrovert tinggi malah terbuai dengan ketidakpercayaan pada orang lain. Ya! Saya memang soliter. Bertemu orang, berkenalan, menyelami karakter masing-masing, hingga akhirnya cocok dan bersahabat adalah proses yang cukup saya hindari. Kesendirian adalah candu. Walau juga tidak munafik saya hanya manusia biasa yang butuh sosialisasi, butuh berbagi kepercayaan, butuh pelampiasan perasaan.

Kepercayaan. Itu yang mungkin hilang dari diri ini. Ketakutan. Mungkin juga penyebab saya selalu lari dari pertemanan. Maka, sejarah saya dalam persahabatan dan percintaan memang hanya hitungan jari. Pacar yang menjadi tempat berbagi juga cuma segelintir. Itupun kini sudah membuat satu alasan lainnya bagi saya untuk tetap sendiri.

Maka ketika ada orang-orang seperti Ghea, Yudo dan "cah ayu", saya sepenuhnya memberikan kepercayaan pada mereka. Bahkan dalam cara yang mungkin tidak disadari oleh mereka sendiri. Teman yang langka itu buat saya adalah harta karena hanya pada mereka saya bisa benar-benar hidup dan merasakan indahnya berbagi. Kepada mereka lah kesendirian bisa saya buang jauh jauh. Hanya dengan mereka, tawa bisa sangat lebar dan keras.

Bagi mereka, saya mungkin hanya seorang sahabat, teman atau mungkin orang yang sedikit lebih spesial saja. Tapi tak apa. Kepercayaan dan persahabatan ini tidak menuntut dua arah. Tapi entah mengapa, saya cukup yakin bahwa kepercayaan ini akan tetap terjaga di tangan mereka.

Thanks my precious friend. It's honour to know, to be friend with, and to share this trust with all of u.

0 comments: