Luang Kita
Posted: Rabu, 08 September 2010 by Iqbal Fajar in
0
Sayang,
Kita terlena
Pada manisnya kekuatan
Pada gemulainya kesenjangan
Pada empuknya kedudukan
Lupa kita pada kerasnya tanah
Amnesia kita pada sakitnya lelah
Tak sadar kita pada tajamnya kenyataan
Karena impian adalah kereta
Datang diujung dengan cahaya
Lalu tiba dengan kerasnya tumbukan
Entah mengapa kita papa
Khilaf pada segarnya neraka
Tidur dalam kusutnya nista
Inikah akhirnya?
Malam kita
Jalanan kita
Angin kita
Nafas kita
Dan mengapa dengan bodohnya kita masih berdiam menanti cahaya kereta diujung jalanan hanya untuk tahu hancur berberai tertumbur nestapa ?