Rindu
Posted: Rabu, 04 September 2013 by Iqbal Fajar in
0
Rindu aku pada angin
Yang menerjang, tegas, tak bertulang
Dalam hening dentuman nada
Serta adrenalin yang membuka mata
Rindu aku pada cengkrama
Tentang spontan dan tanpa aba-aba
Tiada wajah yang selamatkan atau malu yang bertuan
Rindu aku pada tawa
Berlepasan tanpa henti
Hanya tertahan oleh waktu pagi
Rindu aku pada tangis
Menetas tiba-tiba
Menyeruak dalam bising keteraturan
Wahai diriku yang dahulu
Kemana engkau tersimpan?
Apakah sudah nikmat kursi empukmu itu?
Atau terang sudah malam sendirimu?
Hingga kau lupakan bahwa hidup sejatinya adalah bergembira?