Cerita Takbir

Posted: Senin, 20 Agustus 2012 by Iqbal Fajar in
0



 Dan malam itu kembali terngiang
Ketika takbir terpatah diucap
Kala gembira menjadi semangat
Dan bukan kopi atau tembakau temaninya
Masa itu adalah nyata bahwa iman adalah saksi
Yakin menjadi tuntunan serta keterbatasan adalah nikmat

Tuhan, dimana bocah nakal itu ?
Yang rela terjaga demi seuntai takbir yang menggema
Bersabda pada pekatnya malam bahwa besok adalah kemenangannya
Serta berloncatan gembira menaruh sajadah di pagi buta

Mengapa harus berlogika Ia ?
Terjaga pada sempitnya kemungkinan
Terkungkung oleh rendahnya kesadaran
Dan terus menerus berfikir
Apa yang harus dilakukan, mengapa bisa terlupakan, apakah alasan kejadian

Ya, bocah itu memang beranjak tua
Tapi tidak imannya. Hanya mengkerdil dia dalam kesalahan
Yang dengan sadar membuang kesempatan
Pada nasfu dia menghamba
Bukan pada akhirat dia berkiblat
Merenungi kesalahan tetapi tetap pada konsistensi malas dia bertuan

Entah sudah berapa malam takbir terlewatkan
Dan tetap belum sadar Ia pada hakikat kehidupan
Bahwa hidup bukan hanya sekedar menikmati dinginnya malam
Atau bercanda dengan jalanan

Adalah hikayat sesungguhnya terletak pada menyerah pada Tuhan
Mengabdi, menjalani tasbih atas nama Sang Maha Besar
Sembari berharap bahwa masih ada cerita takbir lainnya


0 comments: